Seperti AKU., Seperti JIWAKU....

Sabtu, 17 Desember 2011

My Special Day

Makasih Ya Allah..
karna Engkau t'lah memberiku nafas sampai detik ini.
Makasih juga udah memberiku pemahaman tentan arti hidup..
Ya Allah..
Hari ini aku berulang tahun. :)

betapa senangnya bila aku dapat merayakannya dengan orang-orang yang aku cintai.

namun, itu hanya sebuah Utopia. karna itu tak 'kan mungkin terjadi.
Tapi, aku cukup senang tadi pagi Engkau kirimkan malaikat untukku. 

Rabu, 14 Desember 2011

Menunggu

Tinggal nunggu hari lagi..
namun, sampai sekarang ia tak deal lagi denganku.
jangankan mengharap dapat surphrise dari dia. mengharap ia mau telfon untuk sekedar "ngucapin" aja..rasanya mustahi...!!
Tuhaan.. aku ingin agar Dia sadar...

aku hanya ingin ia ingat hari itu Ya Allah.. tak lebih..
..
Semoga dibalik kedinginnannya salama ini. terbesit suatu rencana indah dari Dia Untukku.. :)

Selasa, 13 Desember 2011

Bapak Sederhana namun ber-Otak Emas


Siapa sih yang tak mengenal sosok (Alm)  K.H Abdurrahman Wahid, atau yang sering kita sapa Gus Dur ini.
Sosok bapak yang penuh dengan kesederhanaan namun banyak mencetuskan ide-ide cemerlang.  Beliau lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah K.H. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Selain Gus Dur, adiknya Gus Dur juga merupakan sosok tokoh nasional.
Gagasan dan pemikirannya jauh melebihi apa yang ada di zamannya. Gaya humoris dan ceplas ceplosnya terkadang menimbulkan kontroversi , namun beliau adalah orang yang sangat menghargai segala perbedaan.