vero vs vio
Tak-ku mengerti mengapa hatiku terasa berdebar debar jikalau aku bertemu dengan teman akrabku. Dulu aku begitu akrab namun, kini semua keakrabanku sudah hilang tak meninggalkan kenangan sedikitpun. Seakan hanyut terbawa derasnya arus sungai.
Saat aku termenung teringat suatu hal. Aku merasakan suatu kejadian aneh yang terjadi di dalam tubuhku. Hatiku bergejolak seakan ingin keluar dari dalam tubuhku, dan ingin mengatakan perasaanku pada Vero teman sekelasku yang sudah lama aku kagumi. Ku tak ingin mengungkapkan isi hatiku padanya. Kalaupun itu akan membuat persahabatanku hancur berantakan. Bukannya aku ke pE-dE_An., kalau si Vero tuh sebenarnya juga suka ma aku. Itu terlihat dari pola tingkah nya. Hmmm… pada awalnya, aku tak percaya kalau aku terlibat “ cinta lokasi ” sama dia. Tapiii… apakah itu wajar, kalau aku jatuh cinta sama sahabatku sendiri.